"Jika memang diriku bukanlah menjadi pilihanya
Mungkin sudah takdirnya dia dan aku takkan bersatu
Haruskah dia tahu semua abadi hingga akhir waktuku
Karna aku yakin disetiap hembusan nafasku ini hanya dirinya satu selamanya"
My expectations are killing me, and it hurts so much. Ternyata aku tak bisa menjadi cinta yang terjadi, padahal aku ingin menjadi cinta yang takkan terganti, Mengapa kamu memberiku angan, kemudian menghempaskannya begitu saja? Mengapa kamu memberiku mimpi setinggi langit, namun menjatuhkannya sedalam jurang? Jika kamu tak ingin di sini, mengapa kamu tetap di sini? Mengapa kamu datang seolah ingin menetap, namun tiba-tiba lenyap bagai pelangi yang indahnya hanya sesaat? Mengapa kamu memperpanjang harapan, jika aku hanya jadi tempat persinggahan? Kamu bagaikan pelangi yang muncul setelah hujan, mewarnai hidupku kembali yang telah lama abu-abu. Namun, kenapa tiba-tiba kamu berubah seperti petir yang menyambar langitku?
Comments